Kamis, 02 September 2010

Engkaulah Yang Terbaik

Aku sekarang terbaring berdua bersamanya, bersama dia yang kucinta, dia menemaniku disaat aku sakit, disaat aku lelah akan semua masalah, dan disaat aku butuh pendamping tuk menghabiskan malam yang sunyi seperti sekarang ini.

Ia sungguh setia, bahkan lebih setia dari seorang sahabat. Tak peduli seberapa bau, seberapa joroknya diriku, ia kan rela menemaniku dengan tubuhnya yang langsing dan tingginya yang sejajar denganku.

Tak jarang ia menyapaku saat aku mulai tersadar dari belaian mimpiku yang paling buruk sekalipun.

Beralaskan matras hitam pekat sebagai pembatas dengan lantai, ia terlihat begitu anggun di atasnya dengan gaun yang dikenakannya dan bau wanginya yang membuatku serasa sedang berada di langit ketujuh.

Banyak teman yang tidak suka saat aku berdua dengannya, mungkin mereka sirik denganku.

Banyak pula teman yang mengatakan untuk segera melupakannya dan mencari pengganti yang lebih baik.

Namun hatiku berkata, "TIDAK."

Aku sudah terlanjur jatuh hati, aku pun tak rela ia pergi meninggalkanku, walaupun dibayar uang sekalipun aku tetap menjawab "TIDAK!"

Aku tetap akan memilih dia walau banyak pengganti dirinya yang lebih baik, karena hati ini tak bisa lepas darinya.

...

Ooh cintaku,
engkaulah kasur terbaik yang pernah aku miliki.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar